Berita Teknologi

PeduliLindungi akan Terbitkan ‘Paspor’ Bebas Covid-19

Foto Berita Teknologi

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menambah sejumlah fitur baru di aplikasi Peduli Lindungi, termasuk sertifikasi elektronik bebas Covid-19. Menggunakan hasil tes cepat dan tes swab, sertifikasi itu akan digunakan sebagai paspor pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar transisi dan new normal. 

“Kami harapkan masyarakat untuk lebih aktif memasang karena sangat penting untuk mencegah dan mengetahui gerakan dan persebaran Covid-19,” kata Menteri Kominfo, Johnny G Plate, dalam siaran langsung, Jumat (12/6/2020).

Dia mengatakan harapanya, seluruh pengembangan tambahan itu sudah bisa digunakan masyarakat per minggu pertama Juli nanti. Sertifikat elektronik lalu dapat digunakan untuk keperluan bepergian.

Pengembangan lainnya yang akan dipasang dalam aplikasi PeduliLindungi berupa kode QR untuk fitur buku harian digital, digital diary, untuk mencatat riwayat bepergian pengguna. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Ahmad M. Ramli, menyatakan fitur yang ini dijadwalkan sudah tersedia pada minggu ketiga Juni.

Sedang pada minggu kedua Juli, aplikasi akan memiliki teknologi pengenal wajah serta mengecek suhu tubuh, yang bisa dimanfaatkan untuk mengukur temperatur badan sebelum memasuki gedung. Kominfo juga berencana memperluas aplikasi PeduliLindungi bagi para pengguna feature phone, yaitu melalui pesan SMS.

“Pengguna smartphone cukup signifikan, namun, yang non-smartphone jauh lebih besar,” kata Ahmad sambil menambahkan,

“Kami harapkan pengguna PeduliLindungi semakin banyak, maka aplikasi semakin bermanfaat membantu masyarakat mencegah tertular (virus corona).”

Bagi para pengembang, Kominfo juga berencana membuat software developer kit agar PeduliLindungi bisa dimasukkan ke aplikasi lain, misalnya aplikasi ojek online. Pengemudi akan bisa menggunakan kode QR untuk mengetahui wilayah mana saja yang sudah memenuhi protokol medis sehingga dapat membantu mereka dalam mengantarkan penumpang.

Selain itu, Peduli Lindungi diharapkan dapat dikembangkan untuk mengetahui kapasitas suatu tempat, misalnya restoran, apakah sudah diisi maksimal 50 persen pengunjung. Jika sudah diisi 50 persen, pengemudi akan disarankan untuk tidak masuk ke tempat tersebut.(*)

Berita Populer ( 30 hari )

To Top