Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolsel · 5 Feb 2020 12:33 WITA ·

Pelatihan KBKT Tingkat Lanskap Bolsel Libatkan BKSDA Sulut dan WCS


Pelatihan KBKT Tingkat Lanskap Bolsel Libatkan BKSDA Sulut dan WCS Perbesar

BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, didukung oleh Wildlife Conservation Society (WCS) – Indonesia Program menyelenggarakan pelatihan Kajian Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) Tingkat Lanskap Kabupaten Bolsel.

Diketahui, kajian kawasan bernilai konservasi tinggi tingkat lanskap, sebagai dasar informasi perencanaan pembangunan wilayah yang berkelanjutan.

Assisten III Pemkab Bolsel Rickson Paputungan, SPd, MPd mewakili Bupati Bolsel pada saat pembukaan kegiatan mengatakan, kajian itu sangat penting untuk menjadi dasar informasi perencanaan pembangunan wilayah.

“Utamanya yang berkaitan dengan penataan ruang, menjamin daya dukung dan daya tampung wilayah bentang alam Bolsel,” jelasnya.

Lanjut dia, kajian nilai konservasi tinggi perlu dilakukan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses penyusunan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) daerah.

“Dan, dapat menjadi acuan penting berbagai dokumen kebijakan dan rencana program kabupaten bolsel,” urainya.

Selain itu, Bolsel berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan dengan inisiatif yang tinggi, untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Rikson, bentuk komitmen kelestarian lingkungan ini salah satunya dinyatakan dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati Nomor 78 tahun 2018 tentang Penataan Kawasan Pengungsian Satwa dan Keputusan Bupati nomor 289 tahun 2019 tentang pembentukan Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Hidupan Liar Tanjung Binerean.

Sementara itu, Iwan Hunowu mewakili Country Director – WCS Indonesia mengatakan, program inisiatif dan komitmen pemda bolsel yang sangat tinggi terkait pembangunan yang berkelanjutan dan kelestarian lingkungan, dapat didorong bersama semua pihak.

“WCS sebagai mitra pemerintah melihat bahwa kajian kawasan dengan pendekatan KBKT ini dapat menjadi alat perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan pembangunan wilayah lanskap yang menghasilkan keseimbangan pemanfaatan secara ekonomi, ekologi dan budaya berkelanjutan,” kata Iwan.

Kegiatan pelatihan kajian kawasan ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai 4 – 6 Februari 2020 di Hotel Sutanraja, Kotamobagu, dengan tim pelatih praktisi kajian KBKT termasuk dari WCS Indonesia Program, Tropenbos Indonesia dan Ideas.

Sekadar diketahui, nilai konservasi tinggi menurut definisi HCVRN (2017), merupakan nilai-nilai biologis, ekologis, sosial dan/atau budaya yang memiliki arti (signifikansi) atau peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia dan alam. (ahr)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Iskandar dan Deddy Hadiri Musancab PDI Perjuangan se-BMR, Tegaskan Soliditas Partai Menuju 2029

18 Mei 2026 - 18:58 WITA

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

13 Mei 2026 - 11:52 WITA

Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Rakor KPK dan ATR/BPN

13 Mei 2026 - 11:47 WITA

HK Anggota DPRD Kotamobagu Diperiksa Kasus Dugaan Penipuan Rp300 Juta, Korban Dijanjikan Proyek

12 Mei 2026 - 12:10 WITA

Pemkab Muba Dorong Percepatan Penyelesaian AGHT Tol Trans Sumatera

6 Mei 2026 - 16:08 WITA

Trending di Berita Daerah