Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Ekonomi · 8 Jun 2020 10:53 WITA ·

Sinyal Pemulihan Ekonomi, Emas Semakin Melemah


Sinyal Pemulihan Ekonomi, Emas Semakin Melemah Perbesar

JAKARTA – Sinyal pemulihan perekonomian dunia semakin kuat dengan mulai dibukanya karantina maupun pembatasan sosial di sejumlah negara. Akibatnya, harga emas pun mulai melorot karena minat untuk membeli investasi emas berkurang.

Seperti diketahui, minat terhadap aset aman seperti emas  biasanya muncul saat ketidakpastian meningkat. Nah, dalam sepekan terakhir, harga emas dunia pelan tapi pasti meredup.

Harga emas bahkan sudah meninggalkan level US$ 1.700 per troy ounce. Dalam tiga pekan, harga emas sudah jatuh dari posisi tertinggi dalam satu bulan, yaitu US$1.756 per troy ounce pada 15 Mei 2020.

Di Indonesia, harga emas batangan Antam yang kerap menjadi patokan investor retail juga rontok. Pada 29 Mei 2020, harga emas 24 karat Antam untuk ukuran 1 gram seharga Rp 913.000. Adapun pada Sabtu 6 Juni 2020 harganya sudah turun menjadi Rp 888.000

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menjelaskan, anjloknya harga emas ini berkaitan dengan sentimen positif di pasar keuangan. Pembukaan kembali kegiatan ekonomi di sejumlah negara membuat banyak investor kembali masuk ke pasar berisiko. “Hal ini membuat aset-aset aman seperti emas sedikit ditinggalkan,” jelasnya saat dihubungi Bisnis, Jumat 5 Juni 2020.

Ia menambahkan, harga emas masih tidak anjlok terlampau dalam karena tertolong oleh banyaknya stimulus yang diberikan oleh bank sentral dan pemerintah sejumlah negara. Hal ini dinilai menjadi salah satu alasan mengapa harga emas tidak turun di bawah level US$1.700 per troy ounce. “Rilis data ketenagakerjaan AS pada hari ini juga akan mempengaruhi pergerakan emas. Apabila lebih buruk dari ekspektasi, harga emas diperkirakan masih dapat naik,” imbuhnya.

Sementara itu, ia memperkirakan pergerakan harga emas pada pekan depan kemungkinan masih akan terus bertahan di level US$ 1.700 per troy ounce. Ia mengatakan, rapat yang akan dilakukan Bank Sentral AS, The Federal Reserve, pada Kamis depan berpotensi jadi katalis positif untuk harga emas.(*)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkot Pastikan MinyaKita Dijual Sesuai HET

23 April 2026 - 13:02 WITA

Pemkot Pastikan Ketersediaan dan Harga Elpiji 3 Kilogram di Kotamobagu

13 April 2026 - 13:31 WITA

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Masyarakat Gunakan LPG Secara Bijak dan Efisien

6 April 2026 - 15:15 WITA

Tidak Ada Kenaikan Harga BBM, Pertamina Jamin Pasokan di Sulawesi Aman

2 April 2026 - 11:29 WITA

Pertamina Berangkatkan 125 Pemudik dari Makassar

17 Maret 2026 - 11:37 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Bentuk Satgas Energi Ramadan

9 Maret 2026 - 12:09 WITA

Trending di Berita Daerah