
Tender Rp7 Miliar Optimisasi GOR Ambang Diulang, Pemkot Kotamobagu Pastikan Proyek Tetap Berjalan
KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu memastikan proyek Optimisasi GOR Ambang Tahap I senilai Rp7 miliar tetap dilanjutkan meski proses tender awal dinyatakan gagal. Seluruh peserta lelang tidak memenuhi persyaratan sehingga pengadaan akan diulang sesuai ketentuan yang berlaku.
Proyek yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2026 tersebut merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kota Kotamobagu di bawah kepemimpinan Wali Kota Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat dalam meningkatkan kualitas sarana olahraga daerah.
Berdasarkan data pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), paket pekerjaan Optimisasi GOR Ambang Tahap I memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp7 miliar dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp6.999.997.862. Paket tersebut berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kotamobagu.
Namun, proses tender harus diulang setelah 21 perusahaan peserta dinyatakan gugur pada tahap evaluasi karena tidak memenuhi persyaratan administrasi, teknis maupun penawaran harga.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen merealisasikan pembangunan GOR Ambang sebagai fasilitas olahraga yang representatif bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah tetap berkomitmen agar GOR Ambang ini menjadi fasilitas olahraga yang representatif, tidak hanya untuk pembinaan atlet, tetapi juga sebagai ruang kegiatan masyarakat dan event daerah,” ujar Weny.
Senada, Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, mengatakan proses tender ulang akan dilaksanakan secara terbuka dan sesuai regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Kita ingin memastikan proses ini berjalan bersih, transparan, dan menghasilkan kontraktor yang mampu bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Kotamobagu menjelaskan bahwa proses pengadaan kini memasuki tahapan tender ulang setelah seluruh peserta sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi.
“Karena seluruh peserta sebelumnya tidak memenuhi syarat, maka dilakukan tender ulang agar mendapatkan penyedia yang benar-benar memenuhi kualifikasi teknis dan administrasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, optimisasi GOR Ambang menjadi salah satu proyek prioritas Pemerintah Kota Kotamobagu dalam meningkatkan infrastruktur olahraga. Melalui tender ulang tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lebih optimal sehingga menghasilkan fasilitas olahraga yang berkualitas, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.***