Menu

Mode Gelap

Berita Hukum

ADM Rindu Sekali dengan Ibu


27 Apr 2018 11:24 WITA


 ADM Rindu Sekali dengan Ibu Perbesar

JAKARTA– Aditya Anugrah Moha atau lebih dikenal oleh publik Sulawesi Utara (Sulut) dengan panggilan ADM, kini menjalani hari-harinya di Rumah Tahanan (Rutan) K4 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Politisi Partai Golkar ini menjalani hukuman karena tertangkap tangan oleh KPK saat menyuap Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono. Itu dilakukan ADM demi menolong ibunya, Marina Moha Siahaan (MMS), terdakwa kasus korupsi, agar tidak ditahan.

Sudah enam bulan ADM ditahan KPK. Selama itu juga dia tidak pernah bertemu dengan ibundanya yang kini juga ditahan di Rutan Mandaleng, Manado, Sulawesi Utara.

ADM kini tengah menunggu putusan majelis hakim di Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Banyak keluarga dan kerabat menyempatkan waktu dan memberi dukungan buat ADM selama proses persidangan. Di saat itu pula kerinduannya kepada ibunda semakin kuat.

Dilansir dari tribunnews.com ADM mengungkapkan kerinduannya itu. Sejak ditahan KPK, belum pernah sekali pun dia bertemu dengan ibunnya.

“Saya rindu sekali dengan ibu,” ucap lirih ADM seraya mengelus dadanya, di sela mengikuti sidang, Rabu (24/4/2018) lalu.

Menurutnya, selama ini dirinya hanya mendengar kabar orangtuanya dari tim pengacara yang rutin berkunjung ke Rutan KPK. Sepengetahuan dirinya, ibunya dalam keadaan yang baik dan tetap sehat. Tidak jarang, ibunya juga memberi pesan kepada dia melalui pengacara agar tetap sehat dan terus beribadah.

“Iya, dia (bunda) selalu menyampaikan ke saya agar tetap menjaga kebugaran. Dia juga minta saya untuk salat jangan ditinggalkan,” ucapnya.

ADM menceritakan, seluruh pesan dari ibunya tetap dilaksanakan.

Ketika di Rutan KPK, dia mengaku sebanyak 80 persen kegiatannya adalah ibadah dan olahraga sesama tahanan lainnya. Sementara 20 persen kegiatan, dihabiskan untuk berbincang masalah kasus korupsi dengan rekan tahanan.

“Tidak saya saja sih. Semua tahanan seperti itu. Hampir sama dengan saya,” jelasnya.

Kegiatan ibadah ADM terlihat selama persidangan berlangsung. Bibirnya tidak berhenti bergerak. Begitu juga dengan jemarinya. Dilihat lebih dekat, selama persidangan, ADM memegang tasbih berwarna gading dan membaca shalawat.

Kegiatan itu, kata dia, sudah menjadi kebiasaan selama sidang berlangsung. Terlebih, tasbih yang dibawanya merupakan pemberian dari ibu.

Kasus suap yang menjerat dirinya, diakui oleh ADM, hanya untuk ibunya seorang. Tidak ada maksud lain, selain membantu kasus hukum yang menimpa orangtuanya itu.

“Semua untuk ibu saya,” tukasnya. (trb/rza)

Sumber: Tribunnews

Komentari
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gelapkan Rp573 Juta Dana Bimtek Sangadi, Oknum ASN Dinas PMD Kotamobagu Ditangkap di Palu

8 Juli 2024 - 11:57 WITA

Waduh! Komplotan Debt Collector NSS Tarik Paksa Motor Warga Kotobangon

14 Juni 2024 - 07:12 WITA

Edarkan 50 Paket Narkoba Jenis Sabu, EA Ditangkap Satres Narkoba Polres Muba

31 Mei 2024 - 19:04 WITA

Tak Hanya Disawer! Ternyata Biduan Nayunda Juga Dititipkan Jadi Tenaga Honorer ole Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo

24 Mei 2024 - 09:17 WITA

Edarkan Obat Keras Jenis Tryhex, FT Diamankan Tim Reserse Narkoba Polresta Manado

24 Mei 2024 - 09:06 WITA

Pelaku Penganiayaan di Kelurahan Karondoran Berhasil Diamankan Tim Polres Bitung

12 Mei 2024 - 15:32 WITA

Trending di Berita Hukum