iklan kota kotamobagu
iklan kota boltim

Berita Bolmong

Menakar Kekuatan Politik PDIP Sulut

od sk diusung pdip maju pilgub 2020 1

KOTAMOBAGU – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Provinsi Sulawesi Utara menjadi Partai politik (Parpol) fenomenal. Pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahun 2015, PDIP menang telak dengan perolehan suara diatas angka 51 persen. Kemenangan ini mengantarkan pasangan Olly Dondokambey dan Steven O E Kandouw menduduki kursi Gubernur dan Wagub Sulut hingga saat ini.

Pilgub 2015, ODSK menang telak di 11 Daerah, yakni Sangihe, Sitaro, dan Talaud, Minahasa, Minut, Minsel, Mitra, Bitung, Tomohon, Bolsel, dan Manado.

Tidak cukup sampai disitu, elektabilitas PDIP terus melonjak dan membaik. Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu, PDIP juga menjadi partai yang mampu mencatatkan rekor kemenangan fantastis di 15 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulut. Pasangan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin menang telak di Sulut berkat kekuatan PDIP dan partai koalisi.

Akan halnya dengan perebutan kursi legislatif DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota di Sulut, PDIP masih menguasai. Semua itu tidak lepas dari peran penting struktur organisasi partai yang kuat dan kokoh. Mulai dari kekuatan Pengurus anak ranting, Ranting, Pengurus anak cabang, Dewan pimpinan cabang dan Dewan pimpinan daerah.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey yang juga sebagai Bendahara Umum DPP, menjadi tokoh kunci kekuatan utama partai berlambang Banteng moncong putih ini. Gaya berpolitik Olly yang cenderung terlihat dingin, santun dan berwibawa, menjadikan lawan politiknya sulit membaca dan menebak arah serta strategi yang akan dimainkan saat kontestasi. Olly menjadi tokoh penting di PDIP, tidak hanya di Sulut, tapi di Indonesia.

Sebagai salah satu putra terbaik Sulut yang mampu menjadi tokoh berpengaruh dalam perpolitikan Nasional Indonesia, apalagi dengan menjadi Bendahara DPP PDI Perjuangan dua kali berturut-turut, tentu bukan jalan mudah bagi Olly melewati proses karir terbaiknya sebagai politisi. Dia kini bisa dikatakan telah sejajar dengan politisi dan tokoh kelas Nasional Indonesia.

Logika sederhana hitungan politik, untuk bertarung pada level Nasional saja Olly Dondokambey mampu menjadi yang terbaik, apalagi pada level pertarungan di daerah seperti Pigub Sulut. Sudah dapat disimpulkan, analisis sederhana ini akan menjadi pembenaran bahwa PDIP masih akan menjadi pemenang di Pilgub Sulut tahun 2020 ini.

Jika melihat hasil pemilihan legislatif 2019 lalu, PDI Perjuangan Sulut telah meraih 3 dari 6 kursi DPR RI, nyaris mendapatkan 4 kursi, yakni untuk kursi ke-6. Capaian suara yang mangatarkan 3 kursi di DPR RI sebanyak 565.063 suara.

Kemenangan PDIP pada Pilpres jauh lebih fantastis. Jokowi-Ma’ruf unggul dengan perolehan sekira 1.220.524 dukungan suara rakyat, dari total suara sah sebanyak 1.580.209 suara, jumlah Daftar pemilih tetap (DPT) sekira 1.907.841 pemilih. Ini juga memang tidak hanya melibatkan PDIP, tapi ada partai koalisi yang ikut ambil bagian. Namun, kerja nyata kader partai PDIP dari akar rumput hingga level DPD, terorganisir dan bekerja dengan sangat baik. PDIP sangat maksimal merebut kemenangan dalam setiap perhelatan politik.

Selain itu, sebanyak 18 dari 45 kursi anggota DPRD Provinsi Sulut, dikuasai PDIP. Sisanya menjadi milik beberapa partai lain. Kursi DPRD di 15 Kabupaten kota di sulut pun ada dalam genggaman PDIP.

Ketua DPRD di 11 daerah di Sulawesi Utara adalah kader PDIP. Sedangkan sisanya pada 4 daerah, PDIP menempati posisi Wakil Ketua DPRD.

Untuk Kota Manado, PDIP menjadi Ketua DPRD dengan perolehan 10 kursi, Kota Bitung juga demikian. Kader PDIP menjadi Ketua DPRD dengan raihan 8 kursi. Di Kabupaten Minahasa, PDIP mengambil 17 kursi dan sebagai Ketua DPRD. Pada Kabupaten Minahasa Tenggara, PDIP juga menjadi Ketua DPRD karena perolehan 12 kursi legislatif.

Sedangkan di Kabupaten Minahasa Utara, masih PDIP yang menjadi Ketua DPRD, perolehan 9 kursi. Kabupaten Kepulauan Sitaro pun kader PDIP menjadi Ketua DPRD, hasil capaian 11 kursi. Kabupaten Kepulauan Talaud Ketua DPRD adalah kader PDIP dengan hasil 5 kursi.

Di wilayah Bolmong Raya seperti Kota Kotamobagu, Ketua DPRD adalah kader PDIP dengan raihan 5 kursi legislatif. Kabupaten Bolaang Mongondow Ketua DPRD adalah kader PDIP karena meraih 7 kursi. Sementara di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, 11 kursi dicapai PDIP dan menjadikan kadernya sebagai Ketua DPRD Bolsel. Demikian juga dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Ketua DPRD adalah PDIP capaian 4 kursi legislatif.

Pada Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, PDIP menempati posisi Wakil Ketua DPRD dengan jumlah 3 kursi, Kepulauan Sangihe Wakil Ketua DPRD capaian 5 kursi, Kabupaten Minahasa Selatan Wakil Ketua DPRD hasil dari 10 kursi legislative dan Kota Tomohon Wakil Ketua DPRD dengan raihan 4 kursi. Ini kekutan secara politik untuk barisan legislatif.


PDIP juga memiliki kekuatan secara politik di Eksekutif. Di Kota Bitung, PDIP memiliki Wakil Walikota Maurits Mantiri, Kabupaten Sitaro Bupati Evangelian Sasingen, Wakil Bupati Jhon Palandung, Kabupaten Minahasa Selatan Wakil Bupati Franky Wongkar, Kabupaten Minahasa Tenggara Bupati James Sumendap, Wakil Bupati Jocke Legi, Kabupaten Minahasa Bupati Royke Roring, Wakil Bupati Robby Dondokambey.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow Bupati Yasti S Mokoagow, Wakil Bupati Yanny Tuuk, Kotamobagu Wakil Wali Kota Nayodo Kurniawan, dan sangat dimungkinkan kekuatan politik Wali kota Tatong Bara akan ikut bergabung dengan barisan PDIP. Apalagi program ODSK selalu mendapat dukungan penuh dari sang Wali kota Kotamobagu. Kabupaten Bolmong Selatan Bupati Hi Iskandar Kamaru, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid dan Kabupaten Bolmong Utara Wakil Bupati Amin Lasena. Kekuatan politik legislatif dan eksekutif nyaris sepurna untuk PDIP.

Fakta ini menjadi tolok ukur kekuatan secara politik untuk PDIP di Sulawesi Utara. Selain itu, dari segi pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan, 4 tahun lebih terjadi penurunan angka kemiskinan dengan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).

Masa awal kepemimpinan ODSK, Sulawesi Utara berada pada angka 8,98%. Sampai akhir tahun 2019 lalu, berhasil menurunkan 1 digit angka kemiskinan di Sulut hingga mencapai 7,51%.

Penurunan angka kemiskinan telah menjadikan program ODSK diberikan penghargaan TOP 99 Inovasi Pemerintah Daerah, serta Penghargaan Adhi Purna Prima Award, sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di pulau Sulawesi.

Tak hanya itu, Sulut juga ditetapkan sebagai salah satu Provinsi terbaik di Indonesia dalam hal pengendalian inflasi daerah. Inflasi di Sulawesi Utara pada akhir tahun 2019, masih terkendali dan sesuai dengan target Provinsi dan Nasional, yakni sebedar 3%.

ODSK juga mampu meningkatkan dan mempertahankan IPM  dari angka 71,05 di tahun 2016 menjadi 72,20 pada tahun 2019. Bahkan Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulut terus mengalami peningkatan, terlebih Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang sudah diatas 100%. Berkat intervensi pasar, harga kopra naik dari Rp.5000/Kg menjadi Rp.8000/Kg.

Selain itu, sebelum pandemi covid-19, progress kemajuan sektor pariwisata Sulut terus menunjukan peningkatan yang signifikan. Sarana dan prasarana pendukung di sektor pariwisata terus dibenahi. Diantaranya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang yang telah ditetapkan sebagai salah 1 dari 5 destinasi super prioritas di Indonesia.

Semua program terbaik di Sulut yang dipersembahkan ODSK, tak lepas dari adanya hubungan komunikasi politik yang baik dan kuat antara pemerintah daerah dan pusat. Apalagi posisi Olly Dondokambey sebagai salah satu petinggi DPP PDI Perjuangan. Menariknya, hampir setiap bulan ada kunjungan para Menteri di Sulawesi Utara, dengan membawa berbagai program unggulan untuk kemajuan membangun daerah Sulut.

Pembangunan di daerah pun dilaksanakan dengan seimbang dan terkoneksi dengan program ODSK. Salah satu contoh di wilayah Bolmong Raya. Untuk Bolaang Mongondow ada investasi dengan nilai sebesar 160 Triliun. Jumlah investor yang antri sebanyak 200, dan akan menampung sedikitnya 33 ribu tenaga kerja dari BMR. Begitu juga di daerah lainya di Sulut, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas.

Akan halnya pasangan Olly Dondokambey, yakni Steven Octavianus Estefanus Kandouw. Politisi kelahiran Tondano ini pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sulut sejak 2004 sampai 2015. Dalam karier politiknya di DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dia pernah menjabat Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan dan selanjutnya pada bulan September 2014, menjabat Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara setelah meraup suara terbanyak pada Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 yakni 33.649 suara.

Tahun 2015, PDI Perjuangan mencalonkan Steven sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara mendampingi Olly Dondokambey pada Pilkada serentak yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia.

Pilkada yang dihelat 9 Desember 2015 tersebut, pasangan Olly Dondokambey – Steven Kandouw (OD-SK) meraih suara terbanyak yakni 647.252 suara, mengungguli Pasangan Benny Mamoto-David Bobihoe (Golkar, PKS, PKPI) 389.463 suara dan Pasangan Maya Rumantir-Glenny Kairupan (Demokrat, Gerindra) 222.233 suara.

Sejak12 Februari 2016, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw secara resmi menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara masa jabatan 2016-2021 setelah dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara. Steven juga menjadi kekuatan penting untuk PDIP Sulut hingga saat ini. Kemampuan secara politik yang dimilikinya, selalu menjadikan dirinya sebagai figur yang dikagumi setiap kader PDIP Sulut. Steven pun matang dalam hal strategi dan taktik (Stratak) dalam berpolitik. ODSK adalah figur teladan.

Paparan ini mungkin saja hanya sebagian kecil dari kekuatan PDIP Sulut yang sesungguhnya. Namun, dapat dipastikan, kemampuan membangun daerah Sulawesi Utara secara politik, ekonomi dan pemerintahan, masih lebih tepat ditangan ODSK. (lix)

iklan kota kotamobagu
iklan kota boltim
To Top