Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Daerah · 12 Sep 2025 15:37 WITA ·

Wabup Rohman Sampaikan Capaian Pembangunan Muba di UNSRI


Wabup Rohman Sampaikan Capaian Pembangunan Muba di UNSRI Perbesar

MUSI BANYUASIN, kroniktotabuan.com — Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba), Kyai Rohman, tampil sebagai pembicara pada Kuliah Umum Program Pascasarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri), Jumat (12/9/2025).

Kuliah umum yang mengangkat tema “Pendidikan Berkualitas Sebagai Pemutus Rantai Kemiskinan” itu berlangsung di Aula Pascasarjana FKIP Unsri Palembang.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Rohman hadir bersama jajaran pejabat Pemkab Muba, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Dr H Iskandar Syahrianto, Staf Ahli Bidang Keuangan Haryadi SE MSi, Kepala Bappeda Mursalin SE MM, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Syafaruddin MSi, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba Daud Amri SH, Kepala Bagian Kerjasama Dicky Meiriando SSTP MH CACP, dan Kepala Bagian Umum Seprizal SE MSi serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sementara dari Unsri, turut hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu, Prof Dr Ir H Rujito Agus Suwignyo MAgr, Direktur Pascasarjana Prof Ir Benyamin Lakitan MSc PhD, Dekan FKIP Dr Hartono MA, hingga para wakil dekan dan ketua jurusan.

Dalam paparannya, Rohman mengatakan pentingnya pendidikan berkualitas sebagai strategi jangka panjang untuk menekan angka kemiskinan. Ia mencontohkan capaian Muba pada 2025 yang berhasil menurunkan persentase penduduk miskin dari 12,88 persen menjadi 9,97 persen.

“Ini untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, angka kemiskinan Muba berada di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Selatan,” kata Rohman.

BPS mencatat terjadi penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Musi Banyuasin sebesar 19.333 jiwa atau sekitar 2,91 persen poin. Angka ini menjadikan Muba sebagai daerah dengan penurunan kemiskinan terbesar kedua di Sumatera dan kedelapan secara nasional.

Lanjutnya, kemajuan di bidang pendidikan juga tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Muba juga mengalami tren meningkat beberapa tahun terakhir, sebagai hasil dari perbaikan kualitas pendidikan, khususnya indikator harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah.

Harapan lama sekolah di Muba meningkat dari 11,9 tahun (2023) menjadi 12,3 tahun (2025). Sementara rata-rata lama sekolah naik tipis dari 7,61 tahun ke 7,65 tahun.

“Investasi terbesar yang kami lakukan adalah memastikan akses pendidikan lebih merata, mulai dari beasiswa, peningkatan kualitas guru, hingga pembangunan sekolah baru,” jelas Rohman.

Pemkab Muba, dikatakannya, telah menyiapkan berbagai program strategis di sektor pendidikan pada 2025. Di antaranya, pemberian beasiswa senilai Rp 4,7 miliar bagi tenaga pendidik dan mahasiswa, termasuk untuk guru di daerah 3T, guru berprestasi, serta mahasiswa berprestasi.

Selain itu, Pemkab juga menggulirkan program pengelolaan pendidikan dengan alokasi Rp 203 miliar untuk penambahan ruang kelas, rehabilitasi sekolah, pembangunan unit sekolah baru, serta penataan sarana prasarana.

Hingga saat ini, Muba memiliki 1.169 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP dengan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan mencapai 11.223 orang.

Di akhir kuliahnya, Rohman menegaskan bahwa pendidikan berkualitas bukan sekadar target pembangunan, melainkan investasi sosial jangka panjang antara lain mensukseskan program unggulan beasiswa bagian dari Program Keluarga Maju ( PKM ).

“Pendidikan adalah jalan keluar paling nyata dari lingkaran kemiskinan. Muba telah membuktikan bahwa dengan komitmen bersama, kita bisa mengubah stigma lama menjadi prestasi baru,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FKIP Unsri, Dr Hartono MA, menyambut baik kehadiran Wabup Muba dan jajaran. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kampus kita sudah melakukan berbagai terobosan termasuk workshop internasional hingga ke Brunei, ASEAN, dan Amerika Serikat. Bahkan mahasiswa Muba juga terlibat dalam riset yang didanai Kemenristek Dikti. Harapan kami kegiatan ini bisa terus diperluas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Unsri, Prof Rujito Agus Suwignyo, mengapresiasi perhatian Pemkab Muba terhadap pendidikan. “Kepedulian Bupati dan Wabup Muba dalam meningkatkan kualitas SDM sangat luar biasa. Ini contoh nyata bagaimana pemerintah daerah memberi kontribusi nyata bagi perguruan tinggi,” katanya.

Prof Rujito menambahkan, Unsri memiliki cita-cita menjadi salah satu universitas berkelas dunia dalam level 100 besar global.

“Untuk itu, kami ingin memberi dampak langsung bagi masyarakat, dan Muba adalah contoh baik dari sinergi itu,” pungkasnya.(Fitriana)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Warga Upai Keluhkan Krisis Air Bersih, Pertanyakan Kinerja Dinas PUPR

26 Mei 2026 - 13:44 WITA

Tabligh Akbar Satu Dekade PISB Bolsel, UAS: Layak Dicontoh Daerah Lain di Indonesia

24 Mei 2026 - 11:26 WITA

Iskandar dan Deddy Hadiri Musancab PDI Perjuangan se-BMR, Tegaskan Soliditas Partai Menuju 2029

18 Mei 2026 - 18:58 WITA

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

13 Mei 2026 - 11:52 WITA

Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Rakor KPK dan ATR/BPN

13 Mei 2026 - 11:47 WITA

Trending di Berita Bolsel