Menu

Mode Gelap

Internasional

Bolehkah Sikat Gigi dan Kumur Saat Puasa? Ini Penjelasan Ahli Fiqih


5 Jun 2017 15:11 WITA


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Ilustrasi

KOTAMOBAGU– Banyak diantara kita yang bertanya apakah menggosok gigi dan berkumur dapat membatalkan puasa?

Namun, tentu untuk menjawab hal itu perlu didasari oleh pendapat dari ahlinya, yaitu ahli fiqih yang memang mendalami ilmu tentang tata cara beribadah.

Berikut adalah pemaparan dari Ustadz Ahmad Sarwat, LC. dari rumahfiqih.com mengenai hukum menggosok gigi dan berkumur ketika berpuasa.

Kalau kita teliti hadits-hadits nabi, kita akan menemukan beberapa riwayat yang justru membolehkan seseorang berkumur, asalkan tidak berlebihan sehingga benar-benar ada yang masuk ke dalam rongga tubuh.

Riwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Dari Umar bin Al-Khatab ra. berkata, “Suatu hari aku beristirahat dan mencium isteriku sedangkan aku berpuasa. Lalu aku datangi nabi SAW dan bertanya, “Aku telah melakukan sesuatu yang fatal hari ini. Aku telah mencium dalam keadaan berpuasa.”

Rasulullah SAW menjawab, “Tidakkah kamu tahu hukumnya bila kamu berkumur dalam keadaan berpuasa?” Aku menjawab, “Tidak membatalkan puasa.” Rasulullah SAW menjawab, “Maka mencium itu pun tidak membatalkan puasa.” (HR Ahmad dan Abu Daud)

Selain itu juga ada hadits lain yang juga seringkali ditetapkan oleh para ulama sebagai dalil kebolehan berkumur pada saat berpuasa.

Dari Laqith bin Shabrah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sempurnakanlah wudhu’, dan basahi sela jari-jari, perbanyaklah dalam istinsyak (memasukkan air ke hidung), kecuali bila sedang berpuasa.” (HR Arba’ah dan Ibnu Khuzaemah menshahihkannya).

Meski hadits ini tentang istinsyaq (memasukkan air ke hidung), namun para ulama menyakamakan hukumnya dengan berkumur.

Intinya, yang dilarang hanya apabila dilakukan dengan berlebihan, sehingga dikhawatirkan akan terminum.

Sedangkan bila istinsyaq atau berkumur biasa saja sebagaimana umumnya, maka hukumnya tidak akan membatalkan puasa.

Maka dengan adanya dua dalil atsar ini, logika kita untuk mengatakan bahwa berkumur itu membatalkan puasa menjadi gugur dengan sendirinya.

Sebab yang menetapkan batal atau tidaknya puasa bukan semata-mata logika kita saja, melainkan logika pun tetap harus mengacu kepada dalil-dalil syar’i yang ada.

Bila tidak ada dalil yang secara sharih dan shaih, barulah analogi dan qiyas yang berdasarkan logika bisa dimainkan.

Bahkan beberapa hadits lain membolehkan hal yang lebih parah dari sekedar berkumur, yaitu kebolehan seorang yang berpuasa untuk mencicipi masakan.

Dari Ibnu Abbas ra, “Tidak mengapa seorang yang berpuasa untuk mencicipi cuka atau masakan lain, selama tidak masuk ke kerongkongan.” (HR Bukhari secara muallaq dengan sanad yang hasan 3/47)

Juga tidak merusak puasa bila seseorang bersiwak atau menggosok gigi. Meski tanpa pasta gigi, tetap saja zat-zat yang ada di dalam batang kayu siwak itu bercampur dengan air liur yang tentunya secara logika termasuk ke dalam kategori makan dan minum.

Namun karena ada hadits yang secara tegas menyatakan ketidak-batalannya, maka tentu saja kita ikuti apa yang dikatakan hadits tersebut.

Dari Nafi’ dari Ibnu Umar ra. bahwa beliau memandang tidak mengapa seorang yang puasa bersiwak. (HR Abu Syaibah dengan sanad yang shahih 3/35) (rez)

 

 

Sumber: Tribunnews.com

Komentari
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

4 Important Ways That You Can Cooperate with Your NYC Car Accident Lawyer

9 Agustus 2022 - 02:38 WITA

4 Important Ways That You Can Cooperate with Your NYC Car Accident Lawyer While an auto accident may not seem like the end of the world, it is a situation that can get messy. There's no reason why you have to navigate the situation on your own. Choosing to retain the services of a NYC car accident lawyer will make it easier to figure out what needs to be done. Here are some of the things you can do to ensure your lawyer is in a position to provide the greatest amount of help. Tell All Without Reservation From the moment that the initial consultation begins to the resolution of the event, it's important that you share everything that you know with your legal counsel. No matter how insignificant something may seem to you, tell the lawyer anyway. What seems like nothing to you could turn out to be important to the case. This applies to any details that you may find embarrassing. Your legal counsel is there to help you in any way that the law allows, not pass moral judgments. If what you share is not needed to pursue the case, then it will remain strictly between you and your legal counsel. If it is important to the case, rest assured it will be utilized with as much discretion as possible. Ask Questions When You Don't Understand Something Your lawyer does not expect you to be a legal scholar. The whole reason that you are seeking legal help is because you are not sure what should be done and which laws apply. For this reason, your lawyer is not going to be upset if you have questions. Go ahead and ask about anything that comes to your mind. The lawyer will break things down in a way that you can relate to and understand. This will help you to see why the lawyer is recommending a certain approach to the case, and what it would mean to the anticipated outcome. Follow the Advice Given There's a good chance that your NYC car accident lawyer will have some advice for you. It may have to do with who you speak with about the accident, where you go while the case is pending, and a number of other actions. Each piece of advice is intended to protect the integrity of the case and ensure that there are no distractions that might aid the opposing counsel. For this reason, take whatever your lawyer suggests to heart. To the best of your ability, follow that advice. If something happens and you find yourself in an awkward position, let your lawyer know immediately. Let Your Lawyer Do the Talking When it comes to communications with the opposing party, everything must go through your lawyer. Even what seems to be innocuous attempts to communicate should be shut down at once. All you have to provide is the contact information for your legal counsel. The point is to avoid saying anything that may be interpreted in more than one way. By refusing to respond to everything from inquiries about how you are feeling to questions about the accident itself, the odds of providing the other party with something they can use to shift responsibility to your shoulders is eliminated. Remember that your lawyer is there to protect your interests. Make sure that everything you do supports that effort. Doing so will improve the odds for successfully reaching an equitable outcome.

Istana Windsor Sedang Mencari Tukang Bersih-Bersih, Begini Gajinya

25 Oktober 2020 - 09:41 WITA

Pasien Covid-19 Asal Perancis Ini Menderita Ereksi 4 Jam, Karena Virus Corona?

3 Juli 2020 - 18:39 WITA

Belum Punya Momongan? Tingkatkan Kualitas Sperma dengan Lima Makanan Ini

29 Februari 2020 - 16:10 WITA

Pengurus Masjidil Haram Kecam Upaya Houthi Serang Makkah

21 Mei 2019 - 23:55 WITA

Bob Paputungan Ajak Pemuda Aktifkan Kegiatan Keagamaan di Bulan Ramadan

28 Mei 2018 - 19:19 WITA

Trending di Internasional