Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Daerah · 17 Mei 2021 18:25 WITA ·

Didampingi Unsur Forkopimda, Tatong Ikuti Rakor Bersama Jokowi


Didampingi Unsur Forkopimda, Tatong Ikuti Rakor Bersama Jokowi Perbesar

KRONIK TOTABUAN – Wali Kota Tatong Bara mengikuti rapat koordinasi (Rakor) kepala daerah bersama Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) secara virtual, Senin (17/05/2021).

Dalam rapat Virtual yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Wali Kota itu, Tatong didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Sande Dodo, bersama para asisten Setda Kota Kotamobagu.

Sa dalam arahannya Presiden Joko Widodo meminta seluruh Kepala Daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dalam penyebaran COVID-19 setelah pelaksanaan Idulfitri 2021.

Baca Juga: Agung: ASN Setwan Kotamobagu Harus Taat Protokol Kesehatan

“Bapak Presiden mengingatkan para kepala daerah untuk tetap berhati-hati dengan potensi penyebaran COVID-19 pasca Lebaran Idulfitri 1442 hijriah, terutama beberapa daerah yang sempat membuka destinasi pariwisatanya beberapa hari terakhir,” kata Sande.

Dalam Rakor tersebut, Presiden juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di quartal pertaman tahun 2021, terutama provinsi yang mencatatkan pertumbuhan ekonominya positif.

“Ada 10 provinsi yang pertumbuhan ekonominya positif sebagaimana disampaikan Pak Presiden Joko Widodo, Alhamdulillah Sulawesi Utara masuk diantara kesepuluh provinsi tersebut dengan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,87 persen,” ujar Dodo.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga berharap agar para kepala daerah bersama unsur Forkopimda di daerah tetap bersinergi dan berkoordinasi dalam penanganan penyebaran Covid-19 dengan tetap berupaya dalam pemulihan ekonomi di wilayah masing-masing.

“Harapan Pak Presiden Joko Widodo untuk daerah-daerah agar pertumbuhan ekonomi bisa naik, dan kasus Covid-19 juga bisa turun. Tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi di sebuah daerah naik, tapi kasus Covid-19 juga naik, misalnya tingkat hunian hotel naik tapi Covid-19 juga naik, itu juga tidak baik,” ujarnya.(bto)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Bolsel Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bupati Iskandar Hadiri Penyerahan LHP LKPD 2025

29 Mei 2026 - 20:26 WITA

Warga Upai Keluhkan Krisis Air Bersih, Pertanyakan Kinerja Dinas PUPR

26 Mei 2026 - 13:44 WITA

Tabligh Akbar Satu Dekade PISB Bolsel, UAS: Layak Dicontoh Daerah Lain di Indonesia

24 Mei 2026 - 11:26 WITA

Iskandar dan Deddy Hadiri Musancab PDI Perjuangan se-BMR, Tegaskan Soliditas Partai Menuju 2029

18 Mei 2026 - 18:58 WITA

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

13 Mei 2026 - 11:52 WITA

Trending di Advertorial