.

Berita Bolmong

Tinjau Lokasi Longsor di Komangaan, Yasti: Warga Harus Relakan Lahannya untuk Dibuatkan Dam

Foto Berita Bolmong
Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow meninjau lokasi longsor di Desa Komangaan.

KRONIK TOTABUAN – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow, meninjau langsung lokasi longsor di Desa Komangaan, Kecamatan Bolaang, Jumat (10/12/2021).

Cuaca ekstrem yang melanda Bolmong beberapa hari terakhir ini mengakibatkan terjadinya longsor di 4 titik tepatnya di ruas Kaiya-Kotamobagu tersebut itu.

Foto Berita Bolmong

Saat meninjau lokasi longsor, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow langsung bertemu dengan tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV wilayah Sulut untuk memastikan penanganan serta pembersihan material longsor.

Selain itu Bupati juga memastikan, tidak ada masyarakat yang menjadi korban dalam kejadian tersebut, serta menguntruksikan tim relawan dari BPBD, TNI/Polri, Satpol PP dan lainnya untuk melakukan penanganan semaksimal mungkin.

“Hari ini saya bersama Kepala BPBD, Camat, angota TNI-Polri serta tim BPJN memastikan terkait penanganan longsor yang saat ini sedang dalam pembersihan,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, Pemkab akan menelaah lebih dalam terkait faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya longsor di wilayah tersebut, termasuk penanganan tebing bersama BPJN.

Selain itu, Bupati Yasti juga berikan apresiasi kepada seluruh tim relawan maupun masyarakat setempat yang telah bekerja ekstra dalam membantu penanganan material longsor.

“Kita sangat berterima kasih kepada seluruh relawan yang sudah bekerja keras dan luar biasa dalam musibah ini. Dan ini akan menjadi sebuah atensi khusus dari pemerintah provinsi untuk segera mendapatkan perhatian,” terang Yasti.

Foto Berita Bolmong

Yasti mengaku, dirinya sudah menemui Kepala Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Sulawesi Utara dan Gorontalo, Erik A. Singarimbun, untuk sama-sama mencari solusi terbaik.

“Saya baru selesai meeting dengan Pak Erik dan team BPJN XV SulutGo. Kami bahas serius, baik program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Sebab, jika dibiarkan, Kawasan Komangaan akan tetap seperti itu. Kering di musim panas dan longsor di musim penghujan,’’ kata Yasti.

Saat ini kondisi di lokasi sedang dilakukan pembersihan material longsor agar supaya arus lalu lintas normal kembali. Ia menuturtkan, sudah membuat program penanganan kawasan itu dalam tiga tahap. Yakni, jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Jangka pendeknya adalah penanganan bencana longsor secepatnya, sekaligus mencari alternatif lain bila jalur itu tertutup longsor.
Sementara jangka menengahnya, memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tidak membuat bangunan permanen di bantaran sungai. Logikanya 50 meter dari bantaran sungai tidak boleh ada bangunan.

“Jangan membangun rumah permanen. Selain menyalahi aturan, juga membahayakan. Baik jiwa kita maupun tempat kita bermukim,” jelas Yasti

Selain itu ia berharap, warga rela agar lahan di pinggiran gunung diikhlaskan untuk dibangun Dam atau talut guna menjadi penyanggah saat musim hujan.

Foto Berita Bolmong

“Kondisi tanah di Komangaan memang rawan pergeseran dan juga tebingnya masih tinggi. Jalan terbaik adalah Cutting untuk dibuatkan Dam. Ini perlu kerelaan warga untuk memberikan lahannya. Saya sangat berharap warga bisa memahami bahwa jika dibiarkan terus seperti ini, maka kejadian seperti ini akan terus berulang. Terutama saat musim hujan tiba,” ujarnya

Selain itu untuk jangka panjang, setelah di-Cutting, di atas lahan nanti ditanami tanaman tahunan. Untuk menjadi penyerap air saat musim hujan.

“Itu progres yang akan kita lakukan bekerjasama dengan BPJN XV dan Pemkab Bolmong. Tentu juga dibutuhkan lobi ke Kementrian PUPR untuk pendanaan sebab ini jalan nasional,’’ tandas Yasti. (falen) 

To Top