Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolmong · 5 Agu 2019 20:10 WITA ·

Pembagian DAK dan DAU Dinilai Tak Adil, Yasti: Bappenas Harus Perbarui Data


Pembagian DAK dan DAU Dinilai Tak Adil, Yasti: Bappenas Harus Perbarui Data Perbesar

BOLMONG– Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow, menghadiri acara konsultasi regional Sulawesi terkait penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 di Kota Manado, Senin (5/8/2019).

Kegiatan Kementerian PPN/Bappenas RI ini, turut dihadiri seluruh kepala-kepala daerah yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) serta Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Dr. Ir. Gellwynn Daniel Hamzah Jusuf, Deputi di kementerian BPN/Bappenas RI.

Dalam pembahasan tersebut, ada yang menarik dari pernyataan Bupati Yasti. Ia mengakui pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) di kabupaten/kota, terbilang merata namun tidak adil.

“Kita tahu bersama, Kabupaten Bolmong merupakan wilayah terluas di Sulut. Panjang jalan kabupaten hampir 600 kilometer. Kalau dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain tidak lebih dari 100 kilometer. Akan tetapi DAK yang diterima sama. Akhirnya, yang lain jalannya bagus dan lebar, sedangkan kita untuk pemeliharaanya saja tidak cukup. Ini berarti ada kesenjangan,” ucap Yasti.

Tak hanya itu, lanjut Yasti, target yang Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sampaikan yaitu terkait pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan harus turun, terbilang sangat tinggi di Bolmong.

“Kalau pertumbuhan ekonomi khususnya wilayah Sulut, Bolmong bisa dibilang tertinggi. Wilayah kami punya semuanya, mulai dari hasil pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, pertambangannya yang luar biasa, dan panjang bibir pantai kita ada 121 km, akan tetapi kalau kita lihat infrastruktur di Bolmong belum memadai,” katanya.

Bolmong butuh industrialisasi karena Bolmong punya potensi dan penghasilan Daerah yang cukup besar tidak hanya di tingkat provinsi tapi, bisa bersaing di tingkatan Nasional.

“Tapi kalau DAK kita yang hanya dengan segitunya saja, yaitu Rp18 milliar dan dengan perbaikan jalan sepanjang 600 km. itu tidak cukup untuk membiayai. Tidak ada industri yang akan datang ke daerah kami,” jelas Yasti.

Baca Juga  Kebanyakan ASN Bolmong Sering Telat, Sekda: Solusinya MoU dengan Damri

Begitu juga di pendidikan, DAK Bolmong juga terbatas, padahal anak usia sekolah di Bolmong lebih besar daripada kabupaten dan kota yang lain.

“Kita lebih besar, tapi DAK kita dibagi sama, termasuk juga kesehatan. Ini tidak adil namanya,”  katanya.

Di akhir penyampaianya, Yasti berharap Bappenas harus ada pemutakhiran data agar supaya peruntukan kepada masing-masing Kabupaten dan Kota bisa tepat sasaran.

“Kalau hanya Copy paste dari data yang dulu-dulu, itu tidak akan berdampak apapun kepada masyarakat kita. Bappenas harus adil bukan sama rata akan tetapi harus sesuai dan proporsional,” tandasnya. (len)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Bolmong Top! THR TPG 2025 Cair, Perhatian Yusra-Don untuk Guru Diapresiasi

5 Februari 2026 - 08:32 WITA

Cak Imin Lantik Yusra Alhabsyi Sebagai Ketua DPW PKB Sulut

4 Februari 2026 - 13:22 WITA

Tasyakuran Puncak Hari Amal Bakti Kemenag RI ke-80 Berlangsung Khidmat, Bupati Yusra: Terus Melayani Umat dan Merawat Kerukunan.

3 Januari 2026 - 17:43 WITA

Kemenag Bolmong Wisudakan 1.029 Santri

13 November 2025 - 16:09 WITA

YSK Peduli Bencana Bolmong, Wabup Don Ucapkan Terima Kasih, Bantuan Langsung Disalurkan ke Warga

31 Oktober 2025 - 19:21 WITA

Berkolaborasi Dengan Kemenag, Pemkab Bolmong Perdana Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

22 Oktober 2025 - 13:25 WITA

Trending di Berita Bolmong