Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Kotamobagu · 10 Jan 2019 15:16 WITA ·

Telusuri Jalur Pembangunan Ring Road, Wawali Kotamobagu Jalan Kaki 7,8 Kilometer


 Telusuri Jalur Pembangunan Ring Road, Wawali Kotamobagu Jalan Kaki 7,8 Kilometer Perbesar

KOTAMOBAGU– Aktivitas di perkebunan Kaki Gunung Sia’, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kamis (10/1/2018), sekira pukul 08.30 Wita, terlihat sepi. Hanya ada beberapa petani tampak sedang beraktivitas menanam jagung dan cabe.

Tak lama kemudian, suasana mendadak ramai. Puluhan orang dipimpin Wakil Walikota (Wawali) Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, datang di lokasi tersebut.

Rupanya di perkebunan Kaki Gunung Sia’ tepatnya di perbatasan Upai dan Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, menjadi titik start rombongan Wawali ini melakukan pengecekan atau penelusuran lahan yang akan dilewati pembangunan jalan lingkar (ring road) Kotamobagu.

Wawali Kotamobagu Nayodo Koerniawan membasuh wajahnya di salah satu sumber air di Kaki Gunung Sia’. (f:zha)

Dalam rombongan tersebut ada juga Camat Kotamobagu Utara Ariono Potabuga, Lurah Upai Ridwan Mokoagow, Sangadi Sia’ Herto Balansa, aparat kelurahan dan desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga pemilik lahan.

Wawali Nayodo Koerniawan dan rombongan berjalan mengecek semua lahan yang akan dilewati ring road sebagaimana termuat dalam peta.

Mendaki gunung dan melewati lembah adalah beberapa jalur ekstrem yang dielewati rombongan.

“Paling menantang dan susah dilewati adalah ketika mendaki dari Kaki Gunung Sia’ di perkebunan Upai menuju perkebunan Desa Sia’. Tadi itu licin, sempit dan jurang di sisi kiri dan kanan. Itu menantang sekali,” ungkap Nayodo kepada wartawan Kronik Totabuan yang ikut serta dalam rombongan ini.

Nayodo mengaku senang bisa menjelajahi Kaki Gunung Sia’ dan menikmati sejuknya udara di tengah hutan belantara. Apalagi sepanjang perjalanan, dia bisa singgah bercengkrama dengan petani. Bahkan di beberapa tempat Nayodo singgah memberikan ilmu bertaninya.

Pukul 11.00 Wita, rombongan makan siang tepat di belakang perkampungan Desa Sia’. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dari Sia’ ke Upai, lalu ke Pontodon Timur.

Wawli Kotamobagu Nayodo Koerniawan bersama camat, lurah dan sangadi, melihat peta jalur ring road. (f: ist)

Nayodo terbilang kuat melakukan perjalanan ini. Jarang terlihat dia berhenti untuk sekadar minum. Padahal belum separuh perjalanan, beberapa anggota rombongan sudah berhenti dan memilih menunggu di kampung.

“Kalau basic petani ditambah hobi jalan-jalan di alam terbuka, ini (perjalanan) belum seberapa,” katanya.

Penelsuran jalur yang akan dilewati ring road oleh Wawali Nayodo dan rombongan cukuplah jauh. Dari perhitungan menggunakan alat Global Positioning System (GPS) yang ada di perangkat telepon genggam, jarak perjalanan ditempuh rombongan sepanjang 7,8 kilometer.

“Saya senang bisa turun langsung ke lapangan seperti ini, melihat dan mencari tahu apa kendala di lapangan soal rencana pembangunan ring road,”  ucap Nayodo.

Dia menambahkan, kepastian lahan yang akan digunakan untuk membangun ring road sudah harus ada karena sudah diminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Pak Gubernur sudah selalu tanyakan kesiapan lahan. Makanya saya akan turun di semua wilayah mengecek langsung,” pungkasnya.

Perjalanan rombongan Wawali berakhir sekira pukul 14.30 Wita. (zha)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkot Kotamobagu Tetapkan Deadline Proposal Pasar Senggol, Tegaskan Penertiban Pasar Bayangan

9 Maret 2026 - 13:50 WITA

Tim IV Safari Ramadhan Pemkot Kotamobagu Sholat Tarawih Bersama Warga Pontodon Timur

27 Februari 2026 - 16:28 WITA

33 Posbakum Resmi Beroperasi di Kotamobagu

27 Februari 2026 - 16:26 WITA

Pemkot Kotamobagu Raih Penghargaan K3 Nasional 2025

25 Februari 2026 - 17:09 WITA

Wali Kota Weny Gaib Terima Kunjungan Kepala Perwakilan BPKP Sulut

25 Februari 2026 - 17:07 WITA

Rendy Mangkat Hadiri HLM Pengendalian Inflasi dan Ekonomi Daerah di BI Sulut

24 Februari 2026 - 01:05 WITA

Trending di Berita Daerah