Headline News

Pemkab Bolmong Ikut Rakor dan Evaluasi Penanganan Stunting se-Sulut

Foto Headline News

KRONIK TOTABUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Penanganan Stunting se-Sulut dan Pelaksanaan Penilaian Kinerja tahun 2021 terhadap 4 Kabupaten yang menjadi Lokasi Khusus (Lokus) konvergensi penanganan stunting tahun 2020, di Hotel Luwansa Manado, Rabu (2/6/2021).

Selain perwakilan 4 Kabupaten yang menjadi lokus penanganan stunting beserta undangan provinsi lainnya, kegiatan tersebut juga turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, Steven O. E Kandouw.

Baca Juga: Dinas PUPR Tutup Pintu Masuk Pelataran Eks Kantor Bupati Bolmong

Wagub Steven O. E Kandouw dalam sambutannya menyampaikan, penanganan stunting di setiap daerah harus terus dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Penanganan paling efektif dalam kasus stunting dari usia dini dengan memberikan formula berupa susu dan kunjungan ke posyandu dalam tiga bulan pertama saat masa balita. Untuk itu, Rakoor kali ini dilaksanakan guna mengantisipasi pervelensi stunting di Sulut dan semoga ini bisa menimbulkan rasa ingin bersaing antar kepala daerah se-Sulut dalam hal penanganan stunting,” tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bolmong, Taufik mokoginta pada pemaparannya mengatakan upaya Pemkab Bolmong dalam mengintervensi penurunan stunting saat ini menunjukkan angka positif.

Terbukti, angka stunting Bolmong di tahun 2020 kurang lebih ada 173. Dan saat ini tinggal 87 anak penderita stunting atau dalam arti sudah turun 50,58 persen.

“Dengan berbagai upaya intervensi yang dilakukan, telah terjadi penurunan yang sangat siginifkan,” ucap Taufik.

Lanjutnya, Pemkab Bolmong juga telah menetapkan daftar lokasi prioritas tahun 2021 dan 2022 meliputi, 7 kecamatan dan 19 desa.

Daftar lokasi prioritas tahun 2021 terdapat di 7 Kecamatan dan 19 desa. Masing-masing untuk wilayah Kecamatan Lolayan, yakni Desa Mengkang, Mopusi Tanoyan Selatan, Matali Baru, Bakan, Tanoyan Utara, Lolayan dan Kopandakan.


Kecamatan Dumoga Barat yakni Desa Doloduo 2, Desa Doloduo 3 dan Desa Matayangan.

Dumoga Utara ada Desa Mopuya Utara 2 dan Desa Tumokang Timur.

Kecamatan Dumoga Timur, Desa Tonom, dan Desa Amertha Sari, Kecamatan Bolaang, Desa Solimandungan I.

Kecamatan Lolak, Desa Totabuan dan Desa Solog. Kecamatan Sangtombolang ada Desa Domisil.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Pembangunan SDM Bappeda Bolmong Susanti Hadji Ali menuturkan, selain telah menetapkan daftar lokus prioritas tahun 2021, Pemkab Bolmong juga sudah menetapkan Lokus prioritas tahun 2022.

Daftar Lokus prioritas tahun 2022 ditetapkan di 5 Kecamatan dan 14 desa, diantaranya Kecamatan Bolaang yakni Desa Solimandungan II. Kecamatan Dumoga Barat ada Desa Mekaruo dan Toraut Utara.

Kecamatan Dumoga Timur, Desa Dumoga II. Kecamatan Dumoga Utara yakni Desa Mopugad Utara I, Mopugad Selatan I, Mopuya Selatan I, Tumokang Baru, Mopuya Selatan, Desa Dondomon Utara dan Desa Mopugad Selatan. Kecamatan Lolak Desa Lalow, Totabuan dan Desa Diat.

“Selama tahun 2021 dan 2022, terdapat 24 program dan 27 kegiatan untuk menekan angka stunting dengan melibatkan 14 OPD,” ujarnya. (len)

Jangan lupa bagi para pembaca bisa baca berita selanjutnya dan pantau situs KronikTotabuan.com yang akan terus memberikan informasi menarik lainnya.

Berita Populer

To Top