Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolmong · 6 Feb 2019 18:30 WITA ·

Bicara Soal Pemindahan RKUD, Yasti: Torang pe Doi Ngoni pe Bank


Bicara Soal Pemindahan RKUD, Yasti: Torang pe Doi Ngoni pe Bank Perbesar

BOLMONG– Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yasti Soepredjo Mokoagow, kembali membeberkan alasan pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari Bank SulutGo ke BNI.

Saat konferensi pers di kantor bupati, Rabu (6/2/2018), Yasti, mengungkap beberapa kelemahan di Bank SulutGo sehingga dia mengambil kebijakan RKUD harus dipindah.

Baca Juga: 2900 Pegawai Bolmong Terikat Perjanjian Kredit dengan Bank SulutGo. Yasti Akan Lakukan Ini!

Yasti juga menyebut regulasi yang menjadi acuan pemindahan RKUD.

Menurutnya, Undang-Undang Nomor 12 dan Permendagri jelas mengatur bahwa Gubernur, Bupati dan Walikota diberikan kewenangan untuk menempatkan RKUD di bank yang sehat.

“Bukan bank pemerintah, bukan bank BUMD, akan tetapi bank yang sehat dengan prinsip-prinsip bisnis,” kata Yasti didampingi Sekda Tahlis Gallang, Asisten II Yudha Rantung, Asisten III Ashari Sugeha dan Kepala Diskominfo Parman Ginano.

Sebagai bupati, kata Yasti, tentu dia melihat apakah bank SulutGo bisa kompetitif di dalam bisnisnya atau tidak. 

Apalagi, lanjut Yasti, di tahun 2017 lalu salah satu yang membuat Pemkab Bolmong mendapat opini disclaimer dari BPK, karena rekening koran atau RC yang ada di bank SulutGo berbeda dengan data keuangan Pemkab Bolmong.

“Tak hanya itu, Juli 2018 launching pembayaran PBB online, ada perbedaan Nomor Objek Pajak (NOP) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) kita dengan bank SulutGo. Masalah ini harusnya bisa terselesaikan tapi karena Bank SulutGo tidak membuka akses dan tidak pernah memberikan informasi kepada Pemkab, yah begini jadinya,” beber mantan Ketua Komisi V DPR RI.

Yasti juga mengatakan, Pemkab Bolmong merasa dirugikan saat rekanan dengan Bank SulutGo.

Pemkab Bolmong telah menyumbang laba sebesar Rp40 miliar, tapi CSR yang diberikan hanya 2 unit ambulans di tahun 2017 dan 2 unit dumptruck sampah di tahun 2018.

“Hanya itu. Sedangka di BNI belum cukup 1 tahun sejak bulan April 2018, CSR kita akan diberikan 2 unit mobil Damkar, yang harganya per unit berkisar Rp1 milliar lebih,” ucapnya.

Selain itu, untuk menunjang Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak Bolaang Mongondow Raya (BMR) Bupati Yasti juga meminta agar Bank SulutGo memberikan ruang khusus untuk anak-anak BMR agar menempati beberapa struktur jabatan di Bank SulutGo.

“Oktober 2017 lalu saya sempat bertemu 3 dewan direksi Bank SulutGo, tidak meminta untuk diisi di bagian Direksi. Yang saya minta di bagian divisi harus ada anak asli BMR, tapi tak juga diindahkan. Makanya menurut saya Bank SulutGo salah visi. Harusnya Torang pe Bank diganti dengan Torang pe Doi Ngoni pe Bank,” pungkasnya. (len)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Bolmong Top! THR TPG 2025 Cair, Perhatian Yusra-Don untuk Guru Diapresiasi

5 Februari 2026 - 08:32 WITA

Cak Imin Lantik Yusra Alhabsyi Sebagai Ketua DPW PKB Sulut

4 Februari 2026 - 13:22 WITA

Tasyakuran Puncak Hari Amal Bakti Kemenag RI ke-80 Berlangsung Khidmat, Bupati Yusra: Terus Melayani Umat dan Merawat Kerukunan.

3 Januari 2026 - 17:43 WITA

Kemenag Bolmong Wisudakan 1.029 Santri

13 November 2025 - 16:09 WITA

YSK Peduli Bencana Bolmong, Wabup Don Ucapkan Terima Kasih, Bantuan Langsung Disalurkan ke Warga

31 Oktober 2025 - 19:21 WITA

Berkolaborasi Dengan Kemenag, Pemkab Bolmong Perdana Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

22 Oktober 2025 - 13:25 WITA

Trending di Berita Bolmong