Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Daerah · 9 Agu 2022 20:45 WITA ·

Masukan DPRD Kotamobagu Didengar Pemkot, Akses ke Pasar 23 Maret, Jalan Kartini dan Sekitar Eks Pasar Serasi Dilonggarkan


Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag turun menemui pelaku usaha dan pedagang. Perbesar

Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag turun menemui pelaku usaha dan pedagang.

KRONIK TOTABUAN – Aspirasi yang disampaikan pedagang di Pasar 23 Maret dan pelaku usaha di sekitar eks Pasar Serasi lewat DPRD Kotamobagu membuahkan hasil.

Pemkot Kotamobagu melalui tim relokasi Pasar Serasi mendengar dan menyetujui masukan DPRD untuk memberi kelonggaran terhadap akses keluar masuk kendaraan dan orang ke lokasi tersebut.

Sekda Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, mengatakan bahwa dari hasil rapat yang dilakukan pihaknya, akses ke sekitar eks Pasar Serasi dilonggarkan sebagai respon atas aspirasi pelaku usaha di sana.

Begitu pula dengan Pasar 23 Maret, tidak ada pemblokiran atau pembatasan orang yang akan belanja di sana.

“Pada intinya kami mendengarkan aspirasi yang telah disampaikan melalui DPRD Kotamobagu, terlebih masukan-masukan yang terkait langsung dengan kepentingan para pedagang Pasar 23 Maret, pemilik Toko di Jalan Kartini dan Ruko-Ruko di sekitaran eks Pasar Serasi.”

Baca Juga: DPRD Kotamobagu Tengahi Pelaku Usaha dan Pemkot

“Kami membahas ini secara bersama, dan memutuskan untuk memberikan kelonggaran di beberapa titik masuk di ketiga lokasi ini,” kata Sofyan, Selasa (9/8/2022).

Yang dibatasi atau dijaga tim relokasi hanya aktivitas distribusi barang ke eks Pasar Serasi dan Pasar Ikan.

Sebelumnya DPRD Kotamobagu menemui pedagang dan pelaku usaha di Pasar 23 Maret dan sekitar eks Pasar Serasi.

Setelah itu DPRD dipimpin Ketua Meiddy Makalalag langsung menemui jajaran Pemkot Kotamobagu.

Di hadapan Sekda dan jajarannya, Meiddy Makalalag menyampaikan hasil peninjauan dan dialog mereka dengan pelaku usaha serta pedagang.

DPRD kata Meiddy, mengambil sikap sebagai penengah atas apa yang terjadi saat ini.

DPRD meminta Pemkot Kotamomobagu mempertimbangkan penutupan akses masuk ke terminal dan sekitar pasar karena ada banyak pelaku usaha di sana yang mengalami kerugian.

“Pemkot berjanji secepatnya ada keputusan bersama. Kita tunggu, yang jelas dari hasil di lapangan tadi, banyak pelaku usaha ikut terdampak dan ini tidak bisa kita biarkan begitu saja,” katanya.

Sebelumnya pada 8 Agustus 2022, pedagang Pasar 23 Maret dan pelaku usaha baik pemilik ruko, rumah makan, dan toko yang berdiri di tanah sendiri datang menyampaikan aspirasi ke DPRD Kotamobagu.

Mereka mengeluh atas pembatasan keluar masuk kendaraan dan orang di dua lokasi tersebut sehingga berdampak pada kerugian usaha mereka. (Reto)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tabligh Akbar Satu Dekade PISB Bolsel, UAS: Layak Dicontoh Daerah Lain di Indonesia

24 Mei 2026 - 11:26 WITA

Iskandar dan Deddy Hadiri Musancab PDI Perjuangan se-BMR, Tegaskan Soliditas Partai Menuju 2029

18 Mei 2026 - 18:58 WITA

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

13 Mei 2026 - 11:52 WITA

Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Rakor KPK dan ATR/BPN

13 Mei 2026 - 11:47 WITA

HK Anggota DPRD Kotamobagu Diperiksa Kasus Dugaan Penipuan Rp300 Juta, Korban Dijanjikan Proyek

12 Mei 2026 - 12:10 WITA

Trending di Berita Daerah