Menu

Mode Gelap

Berita Bolmong

Peringatan HKBN, BPBD Siaga Bencana


27 Apr 2017 07:48 WITA


 Peringatan HKBN, BPBD Siaga Bencana Perbesar

Sosialisasi BPBD
Sosialisasi BPBD

BOLMONG – Dalam rangka peringatan HKBN (Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bolaang Mongondow, melaksanakan sosialisasi bertempat di Gedung Rahmadina Lolak.

Kepala Pelaksana,  Channy Wajong mengatakan, kesiapsiagaan terhadap kejadian bencana harus selalu ada. Apalagi, bencana alam dapat terjadi secara tiba-tiba maupun melalui  proses yang berlangsung secara perlahan. “Seperti gempa bumi, hampir tidak mungkin diperkirakan secara akurat kapan,  dimana, akan terjadi dan  besaran kekuatannya. Sedangkan  beberapa bencana lainnya seperti banjir, tanah longsor, kekeringan,  letusan gunung api, tsunami dan anomali cuaca, masih dapat diramalkan  sebelumnya. Sehingga penting kesiapsiagaan,” kata Channy.

Selain itu, kejadian bencana selalu memberikan dampak kejutan dan menimbulkan banyak kerugian jiwa  maupun materi. “Kejutan tersebut  terjadi karena kurangnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi ancaman bahaya,” ujar Channy.

Dengan  ditetapkannya Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 26 April 2007 tentang Penanggulangan  Bencana, maka lahirlah berbagai legislasi, kebijakan dan program pemerintah yang mendukung kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap bencana. “Ini sebagai titik awal perubahan paradigma dan mengubah cara pandang menyikapi bencana yang semula respon menuju paradigma pengurangan risiko bencana,” kata Channy.

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, bertujuan untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia tanggung bencana.

“Tren bencana kedepan cenderung meningkat, diantaranya 92% adalah bencana hidrometeorologi. Peningkatan bencana disebabkan oleh faktor alam dan antropogenik. Faktor alam meliputi dampak perubahan iklim global dimana frekuensi hujan ekstrim makin meningkat dan kerentanan lingkungan dan lainnya,” paparnya.

Selain dapat diketahui melalui rekapitulasi kejadian dan dampak bencana seperti longsor, banjir dan angin putting beliung yang menyebabkan kerusakan, melalui peringatan HKBN tahun ini, dapat memberi pengetahuan kepada mayarakat menyangkut kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. “Ini pertama kali dilaksanakan secara serentak diseluruh wilayah Indonesia. Masyarakat dapat melakukan evakuasi diri secara mandiri ketika ada kejadian bencana tanpa mengesampingkan kearifan lokal,” pungkas Channy. (ahr)

Komentari
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Agenda Pemeriksaan Intern BPK RI, OPD di Boltim Diminta Kooperatif

28 Januari 2023 - 10:19 WITA

Warga Atoga Timur Antusias Ikuti Kegiatan Jumat Curhat Polres Boltim

27 Januari 2023 - 15:39 WITA

Banjir dan Longsor Manado, Gubernur Olly Dondokambey dan Walikota Andrei Angouw Langsung Turun ke Lokasi

27 Januari 2023 - 13:44 WITA

Walikota Kotamobagu Hadiri Entry Meeting dalam rangka pemeriksaan pendahuluan LKPD 2022

27 Januari 2023 - 10:08 WITA

Pemerintah Asahan Terima Kunker Anggota DPRD Provsu

27 Januari 2023 - 05:09 WITA

Bupati Tinjau Jembatan di Kecamatan Rawang Panca Arga

26 Januari 2023 - 23:02 WITA

Trending di Berita Asahan