Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Hukum · 30 Apr 2017 05:44 WITA ·

Dandim : Sudah Ada Perintah Dari Panglima TNI Untuk Lakukan Penyelidikan


Sampang Sihotang Perbesar

Sampang Sihotang

Sampang Sihotang
Sampang Sihotang

BOLMONG – Salah satu wartawan di Bolaang Mongondow Raya, Gunadi Mondo, yang juga berstatus Anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat, nyaris saja tewas setelah dikeroyok oleh 4 lelaki yang diduga Aparat Keamanan, mendapat perhatian serius dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI telah memerintahkan kepada jajaran TNI Kodim 1303 Bolmong, untuk melakukan penyelidikan terkait kasus penganiayaan yang menimpa Gunadi selaku Sekretaris PWI Daerah Kotamobagu dan Bolmong di Provinsi Sulawesi Utara. “Sudah ada perintah dari Panglima TNI untuk melakukan penyelidikan agar kasus ini menjadi terang. Penyelidikan sedang kami lakukan dan secepatnya hasilnya akan dilaporkan,” tegas Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Sampang Sihotang didampingi oleh Komandan Unit Lettu Inf Felix Kaunang.

Dandim 1303 Bolmong menegaskan, dalam penyelidikan nanti jika ada anggota TNI yang terlibat, maka akan ditindak tegas. “Kami konsisten dan terbuka jika benar ada anggota yang terlibat dalam kasus itu. Namun sampai saat ini, hasil penyelidikan dan laporan, belum ditemukan ada anggota TNI yang terlibat dalam pengeroyokan itu,” terang Letkol Inf Sampang Sihotang, kepada wartawan memberikan konfirmasi via seluler, malam pukul 20:30 Wita, Sabtu (29/04/2017).

Namun demikian, penyelidikan akan terus dilakukan oleh TNI agar kasus ini menjadi terang benderang, dan bisa diketahui pasti, oknum petugas yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban, Gunadi Mondo.

Diketahui, Gunadi Mondo yang juga adalah Pemimpin Redaksi salah satu media massa, dikeroyok oleh 4 pria bertubuh tegap yang diduga kuat adalah aparat keamanan.

Gunadi dikeroyok hingga mengalami luka sobek di kepala, mengeluarkan darah segar dari mulut dan hidung. Pengeroyokan dilakukan di halaman rumahnya sendiri.

Korban sebelumnya menyebutkan, dirinya dianiaya setelah ditanya oleh 4 oknum aparat kalau dirinya petugas. Setelah menjawab berulang bukan petugas, Gun hendak mengambil dompetnya untuk mengeluarkan Kartu Pers agar meyakinkan bahwa dirinya bukan petugas, namun langsung dihajar oleh keempat oknum petugas itu. (ahr)

Facebook Comments Box
Baca Juga  Polisi Bekuk 3 Warga Toruakat Pelaku Penembakan di Potolo
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

HK Anggota DPRD Kotamobagu Diperiksa Kasus Dugaan Penipuan Rp300 Juta, Korban Dijanjikan Proyek

12 Mei 2026 - 12:10 WITA

Kejari Kotamobagu, Apa Kabar Penanganan Dugaan Korupsi Dana Hibah di Bawaslu?

5 Mei 2026 - 14:00 WITA

Dugaan Korupsi Dana Hibah di Bawaslu Kotamobagu, Kejari Tunggu Perhitungan Kerugian Negara

16 April 2026 - 14:46 WITA

Baru 9 Bulan Saptono Sudah Diganti dari Kajari Kotamobagu, Penanganan Dugaan Korupsi di Bawaslu Belum Tuntas

14 April 2026 - 14:58 WITA

Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Kotamobagu di Bawaslu Terus Jalan, Kejari Segera Tetapkan Tersangka?

12 Maret 2026 - 06:34 WITA

Trending di Berita Daerah