Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Daerah · 30 Agu 2021 18:34 WITA ·

Kisah Inspiratif, Yayen Potabuga: Usaha Jastip Tetap Lancar di Tengah Pandemi karena Terapkan Prokes


 Kisah Inspiratif, Yayen Potabuga: Usaha Jastip Tetap Lancar di Tengah Pandemi karena Terapkan Prokes Perbesar

KRONIK TOTABUAN– Usaha jasa titip (Jastip) yang digeluti Yayen Potabuga, warga Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, tetap eksis meski di tengah pandemi Covid-19.

Jastip adalah usaha informal menawarkan jasa kepada orang-orang yang membutuhkan suatu barang kebutuhan, tetapi tidak bisa pergi ke tempat yang diinginkan karena berbagai alasan, termasuk takut terpapar virus.

Usaha ini mulai dijalankan Yayen sejak Maret 2020 lalu, pada saat itu Covid-19 mulai melanda Indonesia.

Setahun lebih Yayen menggeluti usaha ini. Ia harus bolak balik Kotamobagu- Manado mengambil barang titipan pelanggannya.

Jarak antara Kotamobagu dan Manado sekitar 200 kilometer.

“Sepekan bisa dua kali ke Manado ambil barang titipan,” kata ibu satu anak ini, Senin (30/8/2021).

Yayen mengaku, banyak sekali warga Kotamobagu yang menggunakan jasanya.

“Setiap saya ke Manado, pulang mobil full dengan barang titipan. Semua jenis barang ada. Jastip per barang, harga dan keuntungan yang diperoleh tergantung ukuran barang,” katanya.

Baca Juga: Disdukcapil Kotamobagu Hanya Layani Warga yang Taat Prokes, Upaya Cegah Penularan Covid-19

Barang yang paling banyak dititip warga Kotamobagu adalah perabot rumah tangga, kue, TV, kulkas, lemari, alat gym dan sofa.

“Termasuk juga pakaian hingga makanan,” ucapnya.

Kekhawatiran terpapar virus Corona kerap juga ia rasakan. Apalagi di awal-awal pandemi terjadi. Dia bahkan harus selalu minum vitamin untuk menjaga imun tubuh.

Ia juga tak memungkiri jika usahanya ini berawal karena ada pandemi Covid-19.

Ia mampu membaca peluang pada waktu itu, dimana di tengah keterbatasan orang banyak untuk pergi ke luar daerah berbelanja, ia melihat potensi usaha di situ.

Yayen mengaku sejak awal menjalankan usaha Jastip, ia ketat menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Saat mengambil barang titipan di sejumlah tempat di Manado, aturan Prokes ia jalankan.

Hal itu pula membuat pelanggannya terus memanfaatkan jasanya untuk belanja berbagai macam kebutuhan di Manado.

“Masker, handsanitizer, disinfektan sampai sabun saya siapkan memang. Barang sebelum muat di mobil dan ketika diturunkan saya semprot dulu. Jadi yang gunakan jasa kita juga merasa aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, sudah beberapa kali melakukan Rapid Test Antigen sebagai upaya dirinya melindungi orang terdekat dan pelanggan yang menggunakan jasa titip padanya.

“Kalau sekarang setiap ke Manado ambil barang, sampai antar barang ke pelanggan, saya pakai masker dua lapis. Anjuran pemerintah begitu supaya tidak terpapar virus varian baru,” pungkasnya. (Rensa Bambuena)

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kejari Kotamobagu, Apa Kabar Penanganan Dugaan Korupsi Dana Hibah di Bawaslu?

5 Mei 2026 - 14:00 WITA

Bupati Bolsel Hadiri Pelantikan Tahlis Gallang Sebagai Sekprov Sulut

4 Mei 2026 - 19:20 WITA

Bhayangkara Fun Run 2026 Jadi Magnet Olahraga, Sekayu Dipadati Pelari dari Berbagai Daerah

4 Mei 2026 - 13:30 WITA

HUT ke-20 Pinteng, Bupati Tegaskan Peran Strategis dalam Lahirnya Bolsel

28 April 2026 - 13:19 WITA

Pemkab Bolsel Percepat Legalitas Tanah Rakyat, Gelar Rakor Inver PPTPKH

23 April 2026 - 14:12 WITA

Bolsel FC dan Persma 1960 Terima Bonus Usai Lolos Liga 4 Nasional

21 April 2026 - 18:52 WITA

Trending di Berita Bolsel